Biaya Tukang Bangunan Borongan: Estimasi dan Faktor yang Mempengaruhi
Menggunakan sistem borongan untuk tukang bangunan adalah salah satu cara yang banyak digunakan dalam pembangunan atau renovasi rumah. Sistem ini menawarkan kepraktisan karena biaya dapat diperkirakan sejak awal dan pengerjaan cenderung lebih cepat dibandingkan sistem harian. Namun, biaya tukang borongan bisa bervariasi tergantung pada jenis pekerjaan, lokasi, serta tingkat kesulitan proyek.
Artikel ini akan membahas secara lengkap kisaran biaya tukang bangunan borongan, perhitungan biaya, serta tips memilih tukang yang berkualitas.
Pada sistem ini, kontraktor bertanggung jawab atas seluruh proses pembangunan, termasuk penyediaan tenaga kerja dan material.
Keuntungan:
Lebih praktis karena pemilik proyek tidak perlu mengurus material.
Pekerjaan bisa lebih cepat karena sudah dikelola oleh tenaga profesional.
Kekurangan:
Harga bisa lebih mahal dibandingkan membeli material sendiri.
Risiko penggunaan material berkualitas lebih rendah jika kontraktor tidak transparan.
Kisaran Biaya:
Material Standar: Rp2.500.000 – Rp3.500.000 per m²
Material Menengah: Rp3.500.000 – Rp4.500.000 per m²
Material Premium: Rp4.500.000 – Rp6.000.000 per m²
2. Kisaran Biaya Tukang Bangunan Borongan per Meter Persegi
Berikut adalah estimasi harga borongan tukang berdasarkan jenis pekerjaan:
Jenis Pekerjaan
Kisaran Harga Borongan per m²
Pekerjaan Struktur (Pondasi, Beton, Balok, Kolom, Dinding, Plesteran)
Rp200.000 – Rp500.000
Pemasangan Bata Merah
Rp90.000 – Rp120.000
Pemasangan Bata Ringan (Hebel)
Rp100.000 – Rp150.000
Pengecatan Dinding
Rp50.000 – Rp100.000
Pasang Lantai Keramik
Rp75.000 – Rp150.000
Pasang Lantai Granit/Marmer
Rp150.000 – Rp300.000
Pemasangan Plafon Gypsum
Rp100.000 – Rp150.000
Pasang Rangka dan Atap Baja Ringan
Rp200.000 – Rp400.000
Pasang Pintu dan Jendela
Rp250.000 – Rp500.000 per unit
Instalasi Listrik
Rp50.000 – Rp100.000 per titik
Instalasi Air dan Plumbing
Rp75.000 – Rp150.000 per titik
3. Contoh Perhitungan Biaya Tukang Bangunan Borongan
Misalkan Anda ingin membangun rumah dengan luas 100 m², berikut perkiraan biaya tukang bangunan borongan berdasarkan jenisnya:
a. Borongan Tenaga Kerja Saja
Harga borongan tenaga kerja: Rp1.200.000 per m²
Total biaya tenaga kerja: 100 m² × Rp1.200.000 = Rp120.000.000
Tambahan biaya material tergantung pada jenis dan kualitas yang dipilih.
b. Borongan Penuh dengan Material Standar
Harga borongan penuh: Rp3.000.000 per m²
Total biaya: 100 m² × Rp3.000.000 = Rp300.000.000
c. Borongan Penuh dengan Material Premium
Harga borongan penuh: Rp5.500.000 per m²
Total biaya: 100 m² × Rp5.500.000 = Rp550.000.000
4. Faktor yang Mempengaruhi Biaya Tukang Bangunan Borongan
a. Lokasi Proyek
Biaya tukang di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya lebih tinggi dibandingkan daerah pedesaan.
Jika lokasi sulit dijangkau, harga borongan bisa meningkat karena logistik lebih sulit.
b. Jenis dan Kualitas Material
Material premium seperti marmer, kayu jati, atau kaca tempered meningkatkan biaya borongan.
Alternatif material dengan kualitas baik bisa menghemat biaya tanpa mengurangi estetika.
c. Tingkat Kesulitan Pekerjaan
Pekerjaan dengan detail rumit atau material khusus memerlukan tukang dengan keahlian lebih tinggi, sehingga biayanya lebih mahal.
Contoh: pemasangan marmer, desain plafon bertingkat, atau instalasi smart home.
d. Waktu dan Durasi Pengerjaan
Jika proyek harus diselesaikan dalam waktu singkat, biaya tenaga kerja bisa lebih tinggi karena harus menambah pekerja atau jam lembur.
e. Ketersediaan Tenaga Kerja
Jika proyek membutuhkan tukang dengan keterampilan khusus, biaya tenaga kerja bisa lebih mahal.
5. Tips Memilih Tukang Bangunan Borongan yang Berkualitas
Cek Portofolio dan Pengalaman
Pastikan tukang atau kontraktor memiliki pengalaman dalam proyek serupa.
Gunakan Kontrak Tertulis
Pastikan ada kesepakatan tertulis mengenai ruang lingkup pekerjaan, biaya, jadwal, dan metode pembayaran.
Lakukan Pembayaran Bertahap
Hindari membayar penuh di awal, lakukan pembayaran bertahap sesuai progres pengerjaan.
Bandingkan Beberapa Penawaran
Jangan langsung memilih satu kontraktor, bandingkan harga dan layanan dari beberapa penyedia jasa.
Minta Garansi Pekerjaan
Kontraktor yang profesional biasanya memberikan garansi untuk hasil pekerjaannya.
6. Kesimpulan
Sistem borongan tukang bangunan bisa menjadi pilihan yang lebih efisien dibandingkan sistem harian karena biaya lebih terkontrol dan proyek bisa selesai lebih cepat. Jika ingin fleksibel dalam memilih material, borongan tenaga kerja saja bisa menjadi pilihan. Namun, jika ingin lebih praktis, borongan penuh adalah solusi terbaik.
Dengan memahami kisaran harga dan faktor-faktor yang mempengaruhi biaya, Anda bisa merencanakan anggaran pembangunan dengan lebih baik dan menghindari pembengkakan biaya.